PELUANG DAN TANTANGAN DIGITAL MARKETING ERA REVOLUSI 4.0
NAMA : SHIENTA DESTYA SYAWALA HIDAYAT
NIM : 20101011097
MATA KULIAH : DIGITAL MARKETING
DOSEN PENGAMPU : ANDI TRI HARYONO
DAMPAK POSITIF DAN TANTANGAN ERA REVOLUSI 4.0 DIGITAL MARKETING COVID-19
Digital Marketing menurut Heidrick & Struggless (2009:1) adalah perkembangan dari digital marketing melalui web, telepon genggam dan perangkat games, menawarkan akses baru periklanan yang tidak digembor-gemborkan dan sangat berpengaruh. Jadi mengapa para marketer di seluruh Asia tidak mengalihkan penggunaan budget dari marketing tradisional seperti TV, radio dan media cetak ke arah media teknologi baru dan media yang lebih interaktif.
Ada 4 (empat) kegiatan utama digital Marketing
1. Menciptakan
2. Mengkomunikasikan
3. Menyampaikan
4. Bertukan penawaran
Digital marketing dalam pemasaran modern semakin populer di Era Industri 4.0 saat ini dimana menjadi suatu keharuasan bagi setiap perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam memberikan totalitas service atau memberikan pelayanan yang terbaik untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi persaingan bisnis global.
Lahirnya teknologi digital yang serba canggih yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu telah banyak memberi kemudahan dan kepraktisan dalam berbagi aspek kehidupan dari mulai produksi hingga produk itu sampai ketangan konsumen apalagi perusahaan saat ini mau tidak mau harus mampu berinovasi baik dalam pelayanan atau service, menciptakan produk yang terbaik, harga yang menarik, tapi juga dituntut untuk mampu berkompetesi dengan perusahaan yang lain baik lokal, nasional, multi nasional, regional maupun internasional.
Digital marketing ini dapat dijadikan sebagai strategi yang sangat efektif dan efisien dalam proses pemasaran dan menarik konsumen untuk mengenal produk dann jasa yang ditawarkan, tidak hanya korporasi besar saja, digital marketing juga sudah mulai diterapkan oleh unit usaha kecil dan menengah.
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sudah mampu bersaing di era revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan usahanya, mengingat kondisi pandemi Covid-19 sejak dua tahun terakhir yang tidak tahu kemana ujungnya, para pelaku usaha mau tidak mau harus menerapkan strategi digital marketing untuk menarik minat konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan.
Sistem pemasaran yang menerapkan digital marketing harus menggunakan strategi pemasaran yang matang agar dapat sesuai dengan target pasar serta memenuhi kebutuhan konsumen, umumnya, digital marketing memanfaatkan media online dan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efisien.
Media online dan media sosial sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat luas saat ini, masyarakat Indonesia bahkan luar negeri menggunakan smartphone sebagai saluran komunikasi utama, jaringan internet yang semakin lancar juga menjadi pendukung perkembangan sistem digital marketing ini.
Tidak hanya itu saja, pertumbuhan e-commerce yang semakin banyak di berbagai bidang usaha memberikan kemudahan para konsumen untuk mendapatkan produk dan jasa yang diinginkan.
Pada umumnya digital marketing terdiri dari lima kategori. Dimana setiap kategori masih saling berkaitan dengan kategori lainnya. Berikut penjelasan detailnya:
1. Search Engine Optimization (SEO)
Search engine optimization atau disingkat SEO merupakan suatu usaha untuk optimasi website yang digunakan untuk pemasaran digital agar website tersebut mendapatkan peringkat bagus di mesin pencarian seperti Google, ketika website memiliki peringkat bagus maka website tersebut akan lebih mudah ditemukan oleh pengguna internet saat mengakses Google pencarian.
2. Search Engine Marketing (SEM)
Search engine marketing atau disingkat SEM memiliki tujuan yang sama dengan SEO, yaitu meningkatkan visibilitas website pada halaman hasil pencarian mesin telusur Google (SERP). Situs atau website yang digunakan sebagai sarana pemasaran digital akan mudah ditemukan di halaman pencarian Google apabila memiliki peringkat bagus dan sesuai dengan SEO maupun SEM.
3. Content Marketing
Ketika website pemasaran digital sudah dioptimasi, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membuat strategi konten marketing. Konten marketing dapat disesuaikan dengan produk atau jasa yang akan dipasarkan. Cara pemasaran digital yang dibuat harus bersifat relevan dan konsisten supaya mampu menarik minat konsumen. Konten yang dibuat untuk pemasaran perlu disesuaikan dengan target pasar yang telah ditetapkan.
4. Social Media Marketing (SMM)
Pada kategori sebelumnya telah ditetapkan konten dan target pasar yang sesuai. Langkah selanjutnya yaitu menentukan media apa yang akan digunakan seabgai sarana digital marketing. Menurut data dari Market Force, 81% keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen dipengaruhi oleh postingan sosial media teman-temannya. Saat ini masyarakat cenderung tertarik kepada sesuatu yang viral atau sedang dibicarakan banyak orang. Semua media sosial dapat digunakan sebagai sarana digital marketing dengan tetap memperhatikan karakter audiens dari masing-masing media sosial, misalnya Instagram, Twitter, Facebook, ataupun YouTube. Setiap media sosial pasti memiliki keunggulannya masing-masing dan para pelaku usaha perlu menyesuaikannya dengan target pasar yang dibuat.
5. Periklanan Online
Para pelaku usaha juga bisa memanfaatkan periklanan di media online yang menerapkan sistem Pay Per Click (PPC) untuk strategi digital marketing. Melalui lima kategori digital marketing di atas akan memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha dalam memasarkan produknya di dunia digital. Tidak hanya dalam menarik konsumen, penerapan strategi digital marketing di atas juga dapat membantu para pelaku usaha untuk menganalisis kondisi pasar (riset pasar) dan mengetahui perkembangan kebutuhan konsumen dalam periode waktu tertentu. Para pelaku usaha dapat memilih dan memilah strategi seperti apa yang harus dijalankan untuk mengembangkan usahanya dan memenangkan persaingan di dunia digital.
Digital marketing sedang menjadi topik pembicaraan di kalangan business owner karena digital marketing menawarkan konsep pemasaran yang berbeda dengan pemasaran pada umumnya atau yang biasa. Pada digital marketing, pemasaran yang dilakukan lebih berfokus pada dunia maya dengan tujuan untuk menjangkau masyarakat dengan jumlah yang lebih besar dan jarak yang lebih luas. Berdasarkan survei, dihasilkan bahwa penggunaan media sosial semakin meningkat dari tahun ke tahunnya, sehingga dapat dikatakan bahwa media sosial merupakan platform yang sangat efektif sebagai media promosi yang dapat dilakukan secara maksimal. Adapun beberapa manfaat dari penggunaan digital marketing, antara lain sebagai berikut:
Memudahkan dalam mencapai target pasar yang diinginkan
Memperkenalkan produk atau jasa dalam jangkauan yang lebih luas
Meningkatkan efektivitas dalam promosi
Memudahkan penjualan
Biaya yang lebih efisien
Meningkatkan hubungan antara konsumen dan perusahaan
Dapat melihat efektivitas perusahaan
Sama seperti pemasaran konvensional, pemasaran secara digital pun tak lepas dari permasalahan. Berikut ini merupakan beberapa contoh permasalahan atau tantangan dalam pemasaran digital serta solusi sederhananya
Menciptakan Traffic & Leads
Menciptakan atau mendatangkan traffic dan leads dalam pemasaran digital memang tidak selalu mudah. Salah satu hal yang dapat dilakukan terlebih dahulu ialah menyesuaikan jenis konten yang Anda buat dengan jenis konten yang diinginkan target audiens perusahaan Anda. Kemudian, pastikan kontenmu tersebar di saluran yang tepat.
Mengukur ROI dari Aktivitas Pemasaran
Mengukur Return on Investment (ROI) atau pengembalian keuntungan juga merupakan salah satu tantangan utama dalam pemasaran digital. Untuk mengukur ROI tersebut, Anda dapat menggunakan perangkat lunak yang mumpuni untuk memantau dan mengukur kegiatan pemasaran digital serta penjualan online yang terjadi. Pengumpulan data yang disiplin dapat mendukung perhitungan ROI yang lebih mudah.
Memastikan Ketersediaan Budget Pemasaran
Selain budget produksi, budget khusus pemasaran juga perlu disediakan. Pastikan ketersediaan budget dengan menyediakan laporan ROI dari aktivitas pemasaran digital Anda. Menurut survey, organisasi yang menghitung ROI biasanya dapat mengalokasikan budget pemasaran yang lebih besar.
Mengelola Website
Dalam pemasaran digital, pengelolaan website jadi hal yang penting untuk memaksimalkan perolehan leads dan penjualan. Jika belum familiar atau tidak mempunyai keahlian untuk mengelolanya, Anda dapat mengikuti pelatihan pengelolaan website, atau langsung merekrut jasa pihak eksternal. Mengelola website dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat-perangkat yang mengintegrasikan website Anda dengan saluran-saluran pemasaran lainnya.
Memilih Teknologi yang Tepat
Memilih teknologi pemasaran yang tepat dapat menjadi keputusan yang membingunkan. Sebelum memilihnya, Anda bisa memulai dengan memperhatikan hal-hal berikut:
Pastikan kegunaan teknologi dapat mendukung kebutuhan perusahaan.
Pilih teknologi dengan komponen interface yang mudah dipahami oleh tim yang Anda miliki.
Gunakan teknologi yang memfasilitasi terjadinya otomasi dalam proses Digital Marketing Anda.
Menentukan Konten yang Tepat Untuk Target Audiens Anda
Sebelum menentukan konten yang tepat untuk target audiens Anda, coba kenali dan cari tahu karakter mereka. Mulai dari waktu audiens Anda aktif, tren yang sedang diikuti, hingga gaya bahasa digunakan. Hal tersebut akan berpengaruh pada ketertarikan audiens terhadap konten yang Anda buat. Jika sudah tertarik, maka audiens akan memberikan respon berupa likes, share, hingga komentar.
Melatih Anggota Tim
Dalam mengelola pemasaran digital, diperlukan tim solid yang memiliki keahlian tepat. Untuk membentuk tim tersebut, Anda perlu mengidentifikasi pelatihan yang tepat. Ketahui keahlian dan motivasi anggota tim Anda, dan baru terapkan jenis pelatihan yang paling cocok untuk setiap individu. Pelatihan dapat berupa kelas offline, e-learning, buku, dan sebagainya.
Merekrut Orang dengan Kemampuan yang Tepat
Untuk meningkatkan efektivitas Digital Marketing perusahaan, Anda tentu memerlukan orang-orang dengan kemampuan yang tepat. Pastikan Anda mengidentifikasi dengan teliti orang dengan kemampuan seperti apa yang dibutuhkan perusahaan saat ini, lalu jangkau mereka di saluran tempat orang-orang tersebut mencari pekerjaan. Gunakan juga kebijakan masa kerja percobaan untuk semakin memastikan kecocokan anggota baru Anda.
Berdasarkan paparan di atas terkait era industri 4.0 beserta teknologi yang semakin berkembang secara pesat, dapat disimpulkan bahwa dunia bisnis membutuhkan digital marketing untuk menunjang keberlangsungan bisnis suatu perusahaan dalam memperkenalkan produk atau jasanya kepada masyarakat luas. Terlebih lagi, saat ini gadget atau teknologi dapat dikatakan sebagai keharusan bagi masyarakat, sehingga sebagian besar waktu masyarakat ditumpahkan kepada teknologi atau gadget mereka. Maka dari itu, digital marketing merupakan komponen penting dalam menjalankan suatu bisnis di era revolusi 4.0, sehingga perusahaan dapat memperkenalkan dan mempromosikan produk atau jasanya hingga mencapai keunggulan kompetitif.
Komentar